Porn Freak

Posted on September 6, 2010

6


Yes, I’m a porn freak. Dalam salah satu drive laptop saya tersimpan beberapa  film porno. Dibintangi oleh para pemain yang seakan-akan nggak pernah kehabisan cara untuk bisa bikin penontonnya horny. Saya tonton di waktu senggang, saat ingin berfantasi sendiri, kadang-kadang saya suka heran kenapa film porno tidak pernah bisa membuat saya bosan, meskipun berulang kali saya tonton tetep aja bisa jadi hiburan. Hiburan nakal, tentu saja. :mrgreen:

Sebenernya nonton film porno itu nggak salah, yang penting ada edukasi yang diberikan mengenai hal-hal seksual. Beberapa waktu lalu ada kabar kalau Menteri Komunikasi dan Informatika RI melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno yang dapat diakses dengan mudah di Indonesia, katanya itu merupakan sebuah obat yang dengan pelan-pelan dapat menghapus degradasi moral yang diakibatkan oleh film porno yang bisa dengan mudah diakses oleh siapa saja. Menurut saya, itu hanya akan menimbulkan efek ‘penasaran’ massa. Kenapa dilarang? Kenapa diblokir? Kenapa berusaha menerapkan sistem yang, lagi-lagi menurut saya, buang-buang tenaga dan biaya? Memblokir semua pornografi dan pornoaksi malah menimbulkan banyak pertanyaan, apa iya dengan diblokir semuanya bisa beres? Apa dengan memblokir, angka kekerasan seksual akan menurun? Apakah dengan memblokir, jumlah remaja yang hamil diluar nikah akan berkurang? Bagaimana jika dengan memblokir hal-hal ilegal akan banyak bermunculan, seperti pasokan kepingan film porno dari luar Indonesia atau praktek prostitusi yang semakin menjamur.

Menurut saya, yang Indonesia butuhkan adalah pendidikan seks sejak dini, tidak ada kata tabu untuk hal tersebut karena pada pelajaran biologi SMA saya juga sudah diajari tentang reproduksi manusia, jadi mengapa tidak memaksimalkan pelajaran tersebut menjadi lebih luas lagi? Percaya deh, sesuatu yang direpresi, sesuatu yang ditutup-tutupi akan menjadi pemicu rasa penasaran. Rasa penasaran itu akan menimbulkan niat coba-coba dan berujung kepada eksperimen yang salah kaprah. Nah, ujung dari eksperimen yang salah kaprah itu akan sangat berbahaya daripada ekperimen yang sudah dijelaskan aksi dan reaksinya terlebih dahulu. Kalau ingin berhubungan seksual, siap-siap resiko seperti penyakit, kehamilan diluar rencana dan lain sebagainya, hal tersebut yang harus disosialisasikan melalui pendidikan. Indonesia sudah dengan sangat bebas memproduksi kondom dan alat kontrasepsi lainnya, kenapa alat-alat tersebut tidak ditempatkan sebagai sarana sosialisasi pendidikan seksual dengan lebih baik?

Kembali lagi ke masalah pemblokiran situs porno di Indonesia, sepertinya hal tersebut harus ditinjau dengan sangat cermat. Saya tidak bilang kalau aksi itu salah, ada cara yang lebih tepat untuk melawan arus pornografi. Mengutip beberapa pernyataan yang dipublikasikan oleh banyak orang, termasuk teman-teman saya, tidak ada negara yang akan hancur karena pornografi, yang ada negara sangat mungkin hancur jika korupsi masih dengan leluasa dipraktekkan.

Anyway, Mr. Minister, I find you haven’t blocked my favorite porn site. I think you must work harder.

Advertisements