Ya, pekerjaan saya akhirnya membawa saya ke dalam kebosanan yang amat sangat. Jenuh, merasa disitu-situ aja, merasa nggak berkembang, belum lagi tekanan dan lelahnya. Terlebih lagi akhir-akhir ini, dengan SDM yang amat sangat kurang, saya jadi semakin banting tulang dan bekerja hampir tiap hari. Dan setiap kali say mulai mengeluh, saya memikirkan kompensasi dari pekerjaan saya. Ya, bayarannya. Saya butuh pekerjaan ini, atau paling tidak saya butuh gaji. Dengan demikian saya selalu bisa bertahan, bersabar, dan mencoba untuk mengotak-atik kebosanan biar nggak semakin berlarut-larut.

Nah, di tengah kebosanan yang bikin saya uring-uringan sama pekerjaan, saya memutuskan untuk sedikit menikmati Yogyakarta yang punya banyak tempat wisata yang belom pernah saya kunjungi. Salah satunya Sendang Sono. Saya nggak tau tempat ini lebih tepatnya dibilang apa. Gereja, tempat ibadah, atau tempat wisata? Masalahnya, Sendang Sono punya patung Bunda Maria yang katanya dibuat setelah munculnya penampakan Maria di daerah tersebut. Setelah itu, pembangunan tempat itu jadi berkembang, sampai-sampai malah mirip museum sekarang ini. Ada sejarah Jesus pada saat disalib, juga ada beberapa monumen dengan kisah sendiri-sendiri. Well, secara umum tempat ini bagus! Nggak heran kalo Sendang Sono dapet penghargaan IAI tahun 1991 (kalo gak salah). Susunan bangunannya bikin saya kagum. Bangunan mengikuti kontur tanah, jadi nggak merusak alam.

Yang ini gambar pendopo-nya diambil dari atas. Banyak orang duduk-duduk di situ, karna emang pas saya dateng kesana hari lagi panas banget. Saya tau kalo Sendang Sono tuh tujuan umat Katolik buat sembahyang. Saya sendiri kesana karna pengen liat secara langsung tempat yang sempet jadi lokasi syuting 3 Hari Untuk Selamanya itu, kok kalo di film bagus banget. Ternyata aslinya emang keren! Kagum deh.

Nah, kalo yang ini spot paling hot di Sendang Sono. Itu temen saya yang lagi berdoa. Katanya penampakan Maria ada di situ, jadi dibangun patungnya deh. Di belakang tembok yang berundak-undak itu ada toko oleh-oleh yang menjual rosario, patung Jesus atau Maria, bandul salib, sampe buku-buku tentang Sendang Sono. Dari gerbang masuk juga udah banyak yang jual barang-barang yang sama.
Yaah bisa dibilang saya ke Sendang Sono buat menyaksikan sendiri bagusnya arsitektur tempat itu, meskipun tempatnya ada di atas bukit dan harus melewati jalan yang agak susah, tapi terbayarkan kok. Jangan lupa bawa kamera deh kalo ke Sendang Sono, karna menarik banget buat foto-foto. Banyak spot yang bagus
.
Yeps, kebosanan berhasil dilewati (sekali lagi). Dan saya kembali merencanakan perjalanan lain biar nggak mikirin kerjaan.