Beberapa hari yang lalu, saat sedang duduk santai di kantor, seorang teman menonton tivi dan dengan antusiasnya menyaksikan tayangan di ANTV. Itu lho, tayangan (yang katanya) reality show memperebutkan rumah senilai 1 milyar rupiah (kalau nggak salah). Menurut Wikipedia, Penghuni Terakhir (sering disingkat Petir) adalah sebuah program acara realitas yang ditayangkan ANTV dan diproduksi oleh Triwarsana. Setelah berhenti berproduksi sejak tahun 2006, akhirnya Penghuni Terakhir kembali dengan musim kelimanya di tahun 2010. Tidak ada yang salah dengan permainan memperebutkan hadiah rumah mewah, yang bermasalah adalah bagaimana acara tersebut dikemas.
Nah, cowok inilah yang jadi promotor di balik berbagai acara dari Triwarsana yang kadang-kadang bikin saya geleng-geleng. Saya bilang kadang-kadang karena sebelumnya dia cukup mahir memproduksi acara kuis kayak Siapa Berani?, Berpacu Dalam Melodi, dan beberapa acara lain yang menghibur seperti Asal, Mimpi Kali Yee, serta acara yang membantu umat manusia seperti Nikah Gratis, Tolong dan Bedah Rumah. Apalah arti sebuah kesuksesan, Pak Helmi, kalau itu diraih dengan cara yang tidak benar.
Lain Petir, lain pula Masihkah Kau Mencintaiku yang tayang di RCTI. Program ini masih ada nggak sih? Kalo udah nggak tayang ya syukur alhamdulillah, kalo masih tayang ya udahlah ya gak usah ditonton. Permasalahan keluarga bukan hal yang pantas untuk dieksploitasi hingga disiarkan secara nasional. Masih ditambah bumbu kekerasan fisik dan verbal pula.
Saya pikir, mending membereskan kekerasan-kekerasan yang masih dengan leluasa tayang di TV ini daripada masalah selangkangan yang beredar di internet. Televisi adalah media yang dengan sangat mudah diakses oleh anak-anak di bawah umur, jadi ketika tayangan yang mengandung unsur pornografi dilarang maka sudah sewajarnya tayangan penuh aksi kekerasan fisik atau verbal juga tidak diperbolehkan. Baik itu sinetron, film lepas, reality show, acara lawak dan lain sebagainya. Poin saya disini: kalo mau ngatur, jangan setengah-setengah! Kalo setengah-setengah, mending nggak usah diatur sekalian!
HIDUP INDONESA!! HIDUP KPID!!!
*lebay*


yogiejoel
September 30, 2010
Kowe kerjo neng KPID pho bar?
Akbar Kadabra
October 2, 2010
nggak yog, masih di UTY FM kok.
karina
October 1, 2010
Sex and violence sell. People like to see others suffer. Sad, but true. Kalo ntar kita punya anak dan tayangan di tv masih gitu2 aja, mending ga usah punya tv di rumah. atau nonton discovery channel dan national geographic aja. at least those channels give us knowledge.
Akbar Kadabra
October 2, 2010
thumbs up buat Karin! seandainya penonton Kemilau Cinta Kamila atau Cinta Fitri pada sadar kalo tontonan mereka gak layak. mendingan nonton infotainment kan? *eh?*
Takodok!
October 5, 2010
tayangan berita aja penuh kekerasan yang tidak layak tonton pula. Gambar mayat tersangka teroris buat apa sih ditayangin tho yaaaaa?
Akbar Kadabra
October 14, 2010
NAH!! itu dia, sayangnya hal-hal berbau kekerasan dirasa lebih layak ditayangkan di tivi ketimbang adegan ciuman di film-film. padahal lebih bahaya adegan kekerasan kalo ditiru anak-anak. *sigh*
Ardhi
October 21, 2010
kata yg aku suka “masalah selangkangan di internet” cool
Akbar Kadabra
October 21, 2010
hihihi, makasih Mas Ardhi, sudah mau mampir