Coffee shop itu menyenangkan sekali loh! Udah lama saya nggak nongkrong kayak sekarang ini, sambil minum yang adem-adem, yang seger-seger, musik yang cozy plus tempat yang nyaman, walau panas tapi nggak kerasa apa-apa. Padahal saya diluar ruangan loh! (sekalian menentang penggunaan AC berlebihan).
Niatnya mau garap tugas kuliah, tapi malah nongkrong-nongkrong. Ngomong-ngomong soal tugas kuliah, tugas yang satu ini menarik banget. Kelompok kita ngebahas soal Straight Edge. Ada yang tau? Jadi mereka itu adalah orang-orang yang suka sama musik hardcore, tapi memegang paham no free sex, no drugs, no alcohol, no smoke. Hal-hal yang udah saya sebutin mungkin lekat sama musik hardcore, punk dan lain sebagainya, tapi ternyata ada juga sekelompok pemuda yang menolak keterkaitan musik yang mereka suka dengan hal-hal yang kadang dibilang miring tadi.
Saya baru kali ini tau ada istilah Straight Edge, yang emang berasal dari luar negri sana. Awalnya dari Amrik, populer gara-gara lagu dari Minor Threat yang judulnya Straight Edge. Liriknya ya tentang paham mereka soal menikmati musik. Nggak perlu ada rokok, minuman beralkohol, obat-obatan terlarang atau perilaku seks bebas. Mereka berusaha bikin sebuah style baru dalam menikmati musik yang emang bener-bener menikmati musik aja. Jadi deh ada paham yang mengambil nama dari judul lagunya Minor Threat tadi.
Di Indonesia sendiri, awalnya banyak di Malang, terus menyebar lewat media. Mereka punya buletin sendiri dan ada konser-konser yang mereka selenggarain. Tapi menurut narasumber yang saya wawancara semalem, Straight Edge itu nggak beda sama Vegan, semuanya berdasarkan pilihan. Yang menarik Straight Edge ini menjadi beda diantara stereotype yang ada pada penyuka musik hardcore, tapi pada dasarnya mereka bukan pemecah belah. Cuma beda pandangan aja.
Orang-orang diluar sana yang nggak minum, nggak ngerokok, nggak ngobat dan nggak melakukan seks bebas bisa dibilang sama kayak Straight Edge, tapi mereka nggak ngedengerin musik hardcore.
Nggak sabar buat presentasi nih…
yapp…hidup emang pilihan, siap dengan konsekuensinyah….
*makasih udah mampir kemarin*
syalam kenal
uh,suka deh postingan yang berbau musik hoho.
ok dech , semoga presentasinya berhasil ya
tapi saya suka dengan pilihan
semoga kita bisa memilih dengan benar ya , apapun itu
talkwithme
tunggu postingan tentang album perdananya cinta laura *dengan catatan dia jadi bikin album*
Abeeayang, realylife
iyah, dan lifestyle kayak gitu kayaknya bagus!
hidup itu memang pilihan. sayangnya masih banyak yang menganggap komunitas hardcore itu identik dengan seks bebas, alkohol dan obat-obatan terlarang.
wew,,,
keren,,jadi ada ya yg begituan??
hardcore emang kita kenalnya identik sangadh dengan begituan,,
yah, tetep milih ya,,
oh gitu……
itikkecil, lupek
yep! kalian yang nggak melakukan hal-hal diatas dan suka musik hardcore, bisa dibilang sebagai straight edge…
faridyuniar
gitu pak…
life is a choice and at the very end everything happens for a reason
*nyambung ga yaaaaaaaaah huhuhu